Karma
Di kisahkan seorang anak yang sangat kaya raya yang bernama Fahran, dia adalah anak yang paling kaya di sekolahnya, dia sering kali dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Apapun yang dia inginkan pasti akan terpenuhi sehingga di sekolahpun dia sangat terkenal dengan memamerkan barang-barang yang dibeli oleh orang tuanya. Banyak anak-anak di sekolah merasa sangat iri dengan Fahran karena kekayaan yang dimilikinya namu ada juga yang tidak suka kepada Fahran karena sikapnya yang tinggi hati.
Sementara itu ada juga anak petani yang hidupnya sangat sederhana bernama Rayhan. Rayhan hidup kebalikannya dengan kehidupan Fahran. Ia tidak hidupdalam kemewahan. Orang tuanya mempunyai penghasilan tidak sebanyak anak-anak lainnya di sekolah. Tetapi ia adalah anak yang sangat ramah, berbakti kepada orang tua, guru. Rayha juga anak yang suka membantu semua temannya yang sedang dalam kesusahan. Rayhan sedikit berbeda dengan anak yang lain, jarang kali ia memikirkan harta dan popularitas ia juga anak yang berprestasi serta amat rajin.
Pada suatu hari Rayhan sedang berjalan-jalan di koridor sekolah, namun seketika ia bertemu dengan Fahran saat ia bertemu Fahran ia di sanding dengan sengaja oleh Fahran lalu Fahran mentertawakan Rayhan dengan rasa tak bersalah. Rayhan pun pasrah dan bersabar dengan tingkah laku Fahran. Ia hanya bersabar dan tidak memiliki rasa dendam sekalipun.
Saat sedang makan siang Rayhan terbiasa makan sendiri sedangkan teman-teman lainnya selalu memiliki teman untuk makan bersama. Pada saat Rayhan menemukan tempat duduk untuk dia makan akan tetapi Fahran dengan sengaja menggser salah satu kursinya dan berkata “Maaf tempat ini sudah penuh” dengan rasa jahil dan sombongnya supaya Rayhan tidak dapat duduk di tempat tersebut. Rayhan akhirnya memutuskan untuk mengalah dan pergi.
Hari demi hari Rayhan terus mengalami kesengsaraan yang di sebabkan oleh Fahran tersebut. Entah apa yang ada di pikiran Rayhan mengapa ia dapat terus bersabar. Pada keesokan harinya, yang biasanya Fahran datang siang, hari ini dia datang dipagi hari, Rayhan pun bingung. Lalu saat Rayhan memasuki kelas, ia melihat barang-barang dia berserakan di lantai. Dan saat dia terkejut dia langsung membereskan barang-barangnya. Saat Fahran melewati kelas Rayhan, ia tertawa terbahak- bahak bersama sekongkolan temannya. Rayhan pun sudah menebak bahwa Fahran yang telah melakukannya, namun ia tak dapat melaporkannya kepada guru karena tidak memiliki bukti apapun.
Beberapa minggu kemudian, saat Rayhan membawa sepeda orang tuanya, dengan sengaja Fahran mennyenggol sepeda Rayhan dengan mobilnya, sehingga dia terjatuh di lubang yang penuh dengan air dan membasahi seragam sekolahnya. Kemudian Fahran hanya membuka kaca mobilnya dan mentertawakan Rayhan. Kemudian Rayhan bangun dan menyadari bahwa dia hampir telat akan tetapi seragamnya kotor. Rayhan akhir memutuska untuk melanjutkan perjalanannya ke sekolah dengan seragam yang kotor.
Tiba di sekolah guru wali kelah Rayhan bertanya “Rayhan ada apa dengan seragammu” Rayhan hanya bisa terdiam karena takut bila dia mengatakannya kepada guru wali kelasnya Fahran akan sangat marah kepadanya dan dapat mengerjainya habis- habisan. Rayhan akhirnya memutuskan untuk berbohong dan berkata bahwa tadi ia hanya tersandung batu lalu jatuh ke kubangan air di jalan.
Pada saat ujian kenaikan kelas sudah dekat, Fahran mulai panic karena dia tidak mengerti materi pelajarannya. Dia dengan terpaksa harus bisa mengerjakan ujiannya, lalu saat kelas di acak, dia duduk bersebelahan dengan Rayhan, lalu saat ujian berlangsung, Fahran dengan sekilas melihat jawaban Rayhan dan menyalin jawabannya.
Dua minggu kemudian, saat kenaikan kelas ternyata Fahran duduk sebangku dengan Rayhan. Fahran merasa akan dapat banyak kesempatan untuk menjahili Rayhan. Namun setelah berminggu-minggu Fahran ia masih menjahili dan bersikap sombong kepada Rayhan tak lama kemudian ia mengetahui bahwa orang tunya sudah tidak dapat bekerja karena sakit, sebab itu keuarganya menjadi bangkrut. Ia tidak pernah memberitahu tentang kebangkrutanya kepada teman-temannya, namun sikap Fahran berubah karenya rasa penasarannya Rayhan, ia bertanya ke Fahran “Kok belakangan ini sikap kamu berubah?” Fahranpun menceritakan kejadian tentang masalah keluarganya ke Rayhan. Rayhan kemudian memberikan nasihat kepada Fahran dan Fahranpun dapat menanggapi nasihatnya walaupun dalam keadaan penyesalannya .
Fahran akhirnya dapat berubah sedikit demi sedikit untuk menjadi lebih baik. Walaupun semua temannya merasa sedikit heran kepadanya dan terkadan ia menerima ejekan- ejekan kecil dari temannya Fahra merasa tidak peduli dengan hal itu dan mencoba mengikuti nasihat yang sudah di berikan oleh Rayhan.
Pada akhirnya Farhan sadar bahwa harta bisa habis sewaktu-waktu. Kemudian Fahran meminta maaf kepada teman-temanya dengan wajah tertunduk malu. Terutama kepada Rayham, karena dia selalu menggangu Rayhan dan akhirnya Fahran menjadi akrab kepada semua temannya.